
KEPANJEN – Universitas Kepanjen (UK) memaknai peringatan Dies Natalis ke-2 sebagai momentum memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan pendidikan. Tidak sekadar merayakan hari jadi, kampus ini menghadirkan serangkaian program strategis yang menegaskan komitmennya terhadap pengembangan budaya akademik, pendidikan yang inklusif, serta terciptanya lingkungan belajar yang aman dan sehat.
Puncak peringatan Dies Natalis diisi dengan workshop bertajuk “Implementasi Sistem Pencegahan Kekerasan dan Penanganan Isu Kesehatan Mental bagi Pendidik SMA/SMK dan Perguruan Tinggi”. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM (Ketua LLDIKTI Wilayah VII), DP3A Kabupaten Malang, Polres Malang, dan praktisi psikologi. Workshop menjadi wadah kolaborasi lintas jenjang pendidikan untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan seksual, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Universitas Kepanjen juga menggagas pembentukan konsorsium lintas jenjang pendidikan sebagai langkah memperkuat koordinasi dan sistem penanganan kekerasan secara terpadu.

Pada kesempatan yang sama, Universitas Kepanjen meluncurkan enam jurnal ilmiah sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik. Jurnal-jurnal tersebut menjadi wadah bagi dosen, mahasiswa, dan sivitas akademika untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Seluruh jurnal dikembangkan dalam format digital sehingga dapat diakses secara luas, sekaligus mendukung transformasi Universitas Kepanjen menjadi perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing hingga tingkat internasional. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam membangun budaya riset dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah kampus.
Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan bahwa Dies Natalis ke-2 bukan hanya menjadi ajang refleksi perjalanan institusi, tetapi juga momentum memperkuat tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah konsistensi Universitas Kepanjen dalam mendorong pendidikan yang inklusif, termasuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghapus stigma dan diskriminasi melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak agar setiap individu memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

Rangkaian Dies Natalis ke-2 Universitas Kepanjen menunjukkan arah pengembangan kampus yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan, kesehatan mental, dan inklusivitas. Melalui penguatan budaya riset, pembentukan lingkungan pendidikan yang aman, serta keberpihakan terhadap kelompok rentan seperti ODHA, Universitas Kepanjen menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

