Rektor Universitas Kepanjen, Tri Nurhudi Sasono saat menyampaikan sambutan-agsant/diswaymalang-
KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID–Universitas Kepanjen terus memperkuat kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Salah satunya melalui pelatihan Higiene Perusahaan, Ergonomi, dan Kesehatan Kerja (Hiperkes) bagi paramedis yang digelar pada 27 Oktober hingga 1 November 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama enam hari ini menyasar lulusan baru, khususnya alumni D-3 Keperawatan. Program tersebut menjadi bekal tambahan bagi para calon tenaga kesehatan agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan, baik di lingkungan rumah sakit maupun perusahaan industri.
Rektor Universitas Kepanjen Tri Nurhudi Sasono menjelaskan, pelatihan Hiperkes merupakan bagian dari upaya kampus memberikan nilai tambah bagi lulusan. Sebab, ijazah saja dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Tujuannya melalui pusat karir untuk menjembatani lulusan dengan pengguna tenaga kerja sesuai kebutuhan. Baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional, termasuk rumah sakit dan perusahaan,” ujarnya.
Menurut Tri, kompetensi Hiperkes penting bagi paramedis, terutama perawat yang nantinya bertugas di lingkungan industri. Pemahaman mengenai kesehatan dan keselamatan kerja menjadi salah satu kemampuan penunjang dalam menjalankan tugas secara profesional.
Pelatihan ini diselenggarakan Kepanjen Training Center bekerja sama dengan PT Media Edukasi Kesehatan. Metode pembelajaran menggunakan sistem blended learning, yakni kombinasi pembelajaran daring dan luring.
Selain mendapatkan materi pelatihan, peserta juga diarahkan untuk memperoleh sertifikasi yang berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Tri menambahkan, penguatan kompetensi tersebut juga berkaitan dengan peluang kerja di luar negeri. Universitas Kepanjen selama ini menaruh perhatian pada penyiapan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, termasuk untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang, Taiwan, dan kawasan Timur Tengah.
“Harapannya, lulusan kita memiliki nilai lebih, bahkan di atas standar yang dibutuhkan. Jadi, tidak hanya sekadar lulus dan mendapatkan ijazah, tetapi juga mempunyai kompetensi serta keterampilan tambahan. Salah satunya melalui pelatihan Hiperkes ini,” jelasnya.
Menurutnya, kompetensi tambahan dapat menjadi bekal bagi lulusan untuk meningkatkan daya saing ketika memasuki proses rekrutmen. Terlebih, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya mempertimbangkan latar belakang pendidikan formal, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan bidang pekerjaan.
Melalui pusat karir, kampus berupaya mempertemukan lulusan dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja. Langkah ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesiapan alumni dalam menghadapi tuntutan profesi.

Pelatihan Hiperkes Paramedis dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 2 Universitas Kepanjen, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga pendukung, di antaranya Ahli K3 Umum Ali Imron, paramedis Irfan F. dan Iqbal F.A., serta Asisten Administrasi Keperawatan Alifa. Rektor Tri Nurhudi Sasono turut menjadi narasumber.
Dengan mengusung semangat mewujudkan paramedis yang kompeten, profesional, dan peduli terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), program ini diharapkan mampu membekali lulusan dengan kemampuan tambahan yang aplikatif.
Universitas Kepanjen pun berupaya memperkuat peran pendidikan tinggi tidak hanya dalam menghasilkan lulusan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri dan peluang karir, baik di dalam maupun luar negeri.
Artikel ini disadur dari : https://malang.disway.id/kampus/read/25399/universitas-kepanjen-gelar-pelatihan-hiperkes-paramedis-bekali-lulusan-siap-kerja

