
KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID–Universitas Kepanjen (UK) Kabupaten Malang mulai memperkuat langkah untuk mengantarkan lulusannya memasuki pasar kerja internasional. Kampus yang selama ini dikenal dengan bidang kesehatan tersebut menyiapkan skema penghubung antara pendidikan tinggi dan peluang kerja di luar negeri.
Komitmen itu mengemuka dalam Wisuda ke-26 Universitas Kepanjen yang digelar Rabu (21/10/2026) di Ijen Suites Resort & Convention Malang. Sebanyak 313 wisudawan dan wisudawati dari empat program studi resmi menyelesaikan pendidikan, meliputi S1 Keperawatan, Profesi Ners, D-3 Keperawatan, dan Administrasi Rumah Sakit.
Rektor Universitas Kepanjen Tri Nurhudi Sasono mengatakan, wisuda tahun ini mengusung semangat keberanian untuk bekerja di tingkat global. Upaya tersebut menjadi bagian dari penerapan visi kampus yang unggul, bermartabat, dan transformatif.
Menurut Tri, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik. Kampus juga perlu membuka akses menuju dunia kerja agar lulusan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai peluang karier setelah menyelesaikan studi.
“Harapannya, mahasiswa bisa melihat masa depan ketika masuk kuliah di Universitas Kepanjen,” ujarnya kepada Disway Malang.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Universitas Kepanjen memperkuat jejaring dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, serta sejumlah lembaga mitra penempatan tenaga kerja.
Jaringan tersebut diarahkan untuk membuka peluang bagi lulusan bekerja di sejumlah negara tujuan. Di antaranya Jepang, kawasan Timur Tengah, dan Rusia. Tri menyebut sejumlah alumni yang mengikuti proses seleksi telah memperoleh Letter of Employment (LoE) dan kini mempersiapkan tahapan keberangkatan.
Kampus juga menjajaki dukungan pembiayaan bagi calon pekerja migran. Skema dana talangan disiapkan untuk membantu kebutuhan awal. Seperti pengurusan paspor, visa, dan persiapan keberangkatan.
Dengan dukungan tersebut, Tri berharap persoalan biaya awal tidak menjadi penghalang bagi lulusan yang memiliki kompetensi dan keinginan bekerja di luar negeri. Dia menekankan bahwa seluruh proses harus ditempuh melalui jalur resmi. Agar keamanan dan perlindungan pekerja tetap terjaga.
“Anak-anak ini tinggal memiliki kemauan dan keberanian untuk berangkat ke pasar kerja internasional secara legal,” katanya.
Peluang Gaji Puluhan Juta Rupiah
Tri menilai kebutuhan tenaga kesehatan di luar negeri menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan lulusan perguruan tinggi. Dia menyebut kisaran penghasilan perawat atau tenaga pendamping perawat di Jepang dapat mencapai Rp25 juta hingga Rp28 juta per bulan.
Sementara itu, peluang kerja di kawasan Timur Tengah disebut berada pada kisaran Rp18 juta hingga Rp20 juta per bulan. Adapun di Jerman, penghasilan tenaga kesehatan berpotensi mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta per bulan, meski proses persiapannya relatif lebih panjang.
Besaran penghasilan tersebut merupakan gambaran peluang yang disampaikan rektor, bukan jaminan gaji bagi setiap lulusan. Nilai aktual bergantung pada posisi, kualifikasi, kemampuan bahasa, pengalaman, serta ketentuan pemberi kerja di negara tujuan.
Tri menambahkan, lulusan yang baru memasuki pasar kerja Jepang umumnya dapat memulai karier sebagai asisten perawat. Kesempatan untuk menempati posisi yang lebih tinggi bergantung pada pengalaman, kompetensi, dan persyaratan yang berlaku.
Dia juga menyebut peluang kerja di dalam negeri tetap terbuka. Sejumlah alumni telah diterima di fasilitas kesehatan. Antara lain Rumah Sakit Al-Basyiroh, Mitra Delima, dan fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Malang.
Rencana pengembangan sejumlah rumah sakit di wilayah tersebut turut membuka peluang penyerapan tenaga kesehatan. Universitas Kepanjen pun berupaya memperluas kerja sama dengan rumah sakit, puskesmas, serta instansi terkait.
Perkuat Kurikulum dan Rencana Prodi Baru
Untuk memperbesar peluang lulusan bersaing di pasar global, Universitas Kepanjen berencana memperkuat kurikulum. Terutama pada aspek keterampilan praktis dan pembentukan karakter.
Tri menjelaskan, mahasiswa perlu memiliki kemampuan adaptasi, integritas, kepedulian, dan empati selain menguasai pengetahuan sesuai bidangnya.
Di sisi pengembangan akademik, kampus juga sedang mengusulkan pembukaan program S2 Keperawatan. Selain itu, sejumlah program studi baru tengah dikaji, termasuk hukum bisnis, teknologi pangan, dan bidang anestesi.
Pengembangan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja dan peluang yang tersedia. Kampus juga melihat potensi sektor pariwisata dan perhotelan melalui program studi pariwisata, kewirausahaan, dan bisnis digital.
“Walaupun saat ini nuansanya masih kesehatan, karena kita sudah menjadi universitas, pengembangan bidang lain juga harus dilakukan,” tutur Tri.
Melalui penguatan jejaring industri, pembaruan kurikulum, dan perluasan program studi, Universitas Kepanjen berharap mampu membangun jalur yang lebih nyata antara bangku kuliah dan dunia kerja. Bukan sekadar menghasilkan lulusan, tetapi juga menyiapkan generasi yang memiliki daya saing, kesejahteraan, dan kesempatan berkembang di tingkat nasional maupun internasional.
Artikel ini disadur dari : https://malang.disway.id/kampus/read/24921/universitas-kepanjen-buka-jalan-kerja-ke-luar-negeri-gaji-perawat-bisa-rp28-juta

