KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID–Wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi. Bagi Rektor Universitas Kepanjen Tri Nurhudi Sasono, momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan karier harus berjalan beriringan dengan empati, tanggung jawab, dan penghormatan kepada orang tua.

Pesan itu disampaikan Tri dalam Wisuda ke-26 Universitas Kepanjen, Rabu (21/10/2026) di Ijen Suites Resort & Convention Malang. Sebanyak 313 wisudawan dari program S1 Keperawatan, Profesi Ners, D-3 Keperawatan, dan Administrasi Rumah Sakit mengikuti prosesi tersebut.

Di hadapan para lulusan, Tri mengingatkan agar kesuksesan tidak membuat mereka melupakan orang-orang yang telah mendukung perjalanan pendidikan. Bukan hanya orang tua kandung, tetapi juga guru, dosen, dan almamater yang ikut membentuk karakter serta kompetensi mereka.

Pesan tersebut bukan sekadar nasihat seremonial. Tri mengaitkannya dengan pengalaman pribadi saat harus menentukan prioritas antara agenda pekerjaan dan merawat ibunya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dia bercerita, ketika hendak berangkat ke Manado untuk menghadiri agenda bersama para pimpinan perguruan tinggi, dirinya sempat berencana berangkat bersama rombongan rektor lain pada Kamis.

Namun, rencana tersebut berubah setelah menerima kabar dari tantenya yang mendampingi sang ibu. Tri kemudian menyadari bahwa kehadiran seorang anak tidak selalu bisa digantikan dengan bantuan orang lain, termasuk ketika kebutuhan orang tua tampak sederhana.

Dia sempat meminta bantuan seorang alumni yang bekerja di Rumah Sakit Lavalette untuk mendampingi ibunya. Bahkan, dia telah menyiapkan biaya jika diperlukan untuk kebutuhan perawatan.

Namun, pengalaman itu memberinya pemahaman yang lebih dalam.

Menurut Tri, orang tua yang sedang sakit tidak selalu membutuhkan materi atau bantuan biaya. Ada kebutuhan untuk diperhatikan secara langsung, mulai dari diolesi minyak kayu putih hingga dibantu mengganti popok.

Kesadaran itu membuatnya mengubah rencana perjalanan dan berangkat ke Manado pada Jumat. Pada hari yang sama, dia menerima kabar bahwa ibunya sudah diperbolehkan pulang pada malam harinya.

“Yang dibutuhkan orang tua ternyata tidak hanya materi. Ada perhatian dan kepedulian yang tidak bisa sepenuhnya digantikan orang lain,” demikian inti pelajaran yang dibagikan Tri kepada para wisudawan.

Sukses Bukan Hanya Soal Jabatan dan Penghasilan

Pengalaman tersebut kemudian dia hubungkan dengan nilai-nilai yang dikembangkan Universitas Kepanjen melalui konsep “Kepanjen KEREN”.

Nilai tersebut mencakup Ketuhanan, Empati, tanggung jawab (Responsibility), kewirausahaan (Entrepreneur), dan jejaring (Networking).

Tri berharap para lulusan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan profesional maupun sosial. Kompetensi akademik, menurut dia, tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan memahami orang lain, bertanggung jawab atas keputusan, dan membangun hubungan yang sehat.

Dia juga mendorong lulusan untuk memiliki pola pikir berkembang atau growth mindset. Dengan pola pikir tersebut, lulusan diharapkan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana, melainkan terus meningkatkan kemampuan dan berani mengambil peluang baru.

“Walaupun nanti sudah sukses, jangan melupakan orang-orang di sekitar, khususnya orang tua, dosen, guru, dan almamater,” pesannya.

Kampus Harus Mengantarkan Mahasiswa Menuju Masa Depan

Dalam wisuda yang diikuti 313 lulusan tersebut, Tri juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membantu mahasiswa mempersiapkan masa depan.

Salah satu upayanya adalah memperluas akses kerja, termasuk ke pasar internasional. Universitas Kepanjen menjalin jejaring dengan lembaga terkait untuk membuka peluang bagi lulusan yang ingin bekerja secara legal di luar negeri.

Namun, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari seberapa tinggi posisi atau besar penghasilan yang diraih alumni. Kampus juga ingin membentuk lulusan yang memiliki integritas, kepedulian, dan karakter kuat.

Bagi Tri, keberanian meraih peluang global harus tetap berjalan bersama nilai kemanusiaan. Lulusan boleh mengejar karier, memperoleh penghasilan lebih baik, dan membangun kehidupan yang sejahtera, tetapi jangan sampai kehilangan kepekaan terhadap keluarga dan lingkungan.

Pesan itu menjadi penutup yang bermakna dalam momentum wisuda Universitas Kepanjen. Setelah toga dilepas dan kehidupan profesional dimulai, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga nilai-nilai yang membimbing mereka menjadi pribadi yang sukses sekaligus tetap peduli kepada sesama.

Artikel ini disadur dari : https://malang.disway.id/kampus/read/24924/rektor-universitas-kepanjen-ingatkan-313-wisudawan-sukses-jangan-lupakan-orang-tua/15