
Universitas Kepanjen menghadirkan program pengabdian masyarakat internasional untuk memperkuat kapasitas kesehatan dan kewirausahaan sosial pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Malaysia – Jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia pada tahun 2025 tercatat mencapai 543.000 orang dengan dokumen resmi, berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Angka ini memang menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 591.000 orang, namun Malaysia tetap menjadi salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia.
Besarnya jumlah pekerja migran tersebut menuntut adanya penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang manajemen, kewirausahaan sosial, dan kesehatan masyarakat. Peningkatan kapasitas ini dinilai penting karena berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi keluarga dan komunitas pekerja migran.
Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Kepanjen menghadirkan program pengabdian masyarakat internasional dengan menggandeng komunitas pekerja migran Indonesia di Malaysia. Program ini melibatkan mahasiswa bidang kesehatan sebagai bentuk sinergi dunia akademik dengan komunitas migran di luar negeri.
Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen kampus dalam memperkuat peran pendidikan tinggi di tingkat ASEAN.
“Melalui International Community Service, kami memperkuat kapasitas manajemen dan kewirausahaan sosial di bidang kesehatan masyarakat ASEAN,” ujar Tri Nurhudi.
Mahasiswa Kesehatan Magang di Malaysia
Pada tahun 2025, Universitas Kepanjen telah memberangkatkan mahasiswa kesehatan untuk mengikuti program magang di Malaysia. Fokus utama program ini meliputi bidang Keperawatan, Administrasi Rumah Sakit, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selain program magang internasional, Universitas Kepanjen juga menawarkan skema kuliah sambil magang ke luar negeri secara gratis hingga lulus, serta menyediakan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi sebagai bagian dari upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
Kaprodi Kewirausahaan Universitas Kepanjen, Kholid, S.M., MM, menambahkan bahwa penguatan aspek kewirausahaan menjadi bagian penting dari program pengabdian ini.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga jiwa kewirausahaan yang bisa diterapkan dalam pemberdayaan komunitas pekerja migran. Dengan begitu, mereka dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Dampak Jangka Panjang bagi PMI dan Pendidikan Tinggi
Program pengabdian masyarakat internasional Universitas Kepanjen ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, sekaligus memperkuat hubungan internasional antara perguruan tinggi Indonesia dan institusi kesehatan di Malaysia.
Di sisi lain, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan praktis, pemahaman lintas budaya, serta pengalaman internasional yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Universitas Kepanjen menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pendidikan dan pengabdian masyarakat berskala internasional.
Dengan langkah ini, universitas optimistis dapat tumbuh sebagai institusi pendidikan unggul yang mampu bersaing di tingkat global serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Artikel disadur dari : https://rubrika.co.id/sinergi-internasional-universitas-kepanjen-dan-pekerja-migran-indonesia-di-malaysia/